AIDS
A - Amarah / anger
I - Iri / envy, jealousy
D - Dengki / malevolent, vindictive
S - Syirik, serakah, sombong, sumpah serapah, syahwat, sumbang, sogok
- Waktu itu adalah sebuah ilusi. Masa lalu tidak ada dan masa depan belum tiba. Yang ada hanya masa kini. Saat ini. Jadi, buat apa kita mengurus masa lalu dan mencemaskan masa depan kita? Apa yang kita lakukan saat ini menentukan jalur yang harus kita lalui. Itupun kalau kita tidak dipanggil lebih dahulu untuk menghadap-NYA. Karena cinta-NYA pada kita, Allah memberikan kita hari ini untuk berpikir, berbuat. Manfaatkan hari ini untuk berpikir baik, bersikap baik, berbuat baik. Enjoy hari ini. Buat apa mengisi hari ini dengan emosi-emosi negatif? Rugi. Selain membahayakan raga kita karena meningkatnya detak jantung, pendeknya pernapasan, menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk menangkal penyakit, rusaknya organ-organ internal tubuh lainnya seperti hati, ginjal, empedu, dst. kita sama sekali tidak dapat menikmati hubungan-hubungan dengan kekasih, suami/istri, anak, atasan, bawahan, tetangga, saudara, teman, sahabat, dll. Ngapain cari penyakit?
- Jalani hidup dengan melihat ke depan, jangan melihat ke belakang, jangan mengemudi dengan sering mengamati apa yang ada dibelakang melalui kaca spion kendaraan anda. Fokuskan perjalanan hidup pada apa yang ada didepan karena yang sudah lewat tidak dapat mengejar anda, atau diperoleh kembali, diperbaiki, diubah.
- Penyesalan juga tak berguna. Yang utama adalah mengambil hikmah dari masa lalu kita. Kemudian, memutuskan untuk tidak mengulang pola perjalanan, pola hidup, pola berbuat, pola berpikir yang sama, yang menjerumuskan kita di masa lalu. Kalau terlalu sering melihat ke belakang kita bisa menabrak orang, masuk jurang, ditabrak kereta api, yang berada di depan kita dan tidak tahu menahu mengenai perjalanan kita. Mengapa menyeret-nyeret orang lain dalam kecelakaan kita. Lebih baik bila kita mengundang orang lain untuk ikut dalam perjalanan menuju kebahagiaan.
“Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, ‘Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini begini.’ Katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki maka itu terjadi.’ Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” (HR Muslim)
Nikmati perjalanan hidup anda. Jangan perdulikan tujuan anda. Bila anda menjadikan kehidupan akhirat sebagai tujuan, maka tidak ada yang perlu dirisaukan dalam perjalanan anda. Kita sering dihinggapi rasa was-was, cemas, ragu, takut dalam perjalanan hidup. Mengapa? Cinta Allah akan membimbing kita dalam perjalanan. Allah telah memasang cukup banyak rambu-rambu lalulintas menuju destinasi kita. Persiapan perjalanan sudah kita lakukan dengan baik. Ikuti saja rambu-rambu tersebut dan semuanya akan aman dan nyaman.
Memang, tidak semua orang berperilaku seperti yang kita inginkan. Tetapi kalau kita membiarkan kelakuan mereka mempengaruhi kondisi hati kita, maka kita didikte oleh orang lain. Janganlah terjebak dalam permainan mereka yang tidak sesuai dengan keinginan anda. Ibarat main sepakbola. Kalau kita mau menang jangan ikuti irama permainan tim lawan.